Waktu yang Tepat untuk Membuat Foto Long Exposure Ala Siksa Kamera

Waktu yang Tepat untuk Membuat Foto Long Exposure Ala Siksa Kamera

Jago foto – Long exposure merupakan salah satu teknik dasar dalam fotografi.

Fotografer akan merekam 1 gambar menggunakan waktu exposure 30 detik atau lebih. Meskipun terbilang dasar, masih banyak pula yang belum mengetahui secara benar. Penerapan teknik ini paling banyak dilakukan oleh mereka yang hobi melakukan foto pemandangan/landscape.

Memotret dengan long exposure membutuhkan kesabaran.
Mengambil gambar di suatu tempat dengan teknik ini membuat saya berada di sana dalam waktu yang lama untuk menanti sebuah foto berhasil diambil dari kamera saya.
Sebab kadang juga moment yang tidak tepat dalam mengabadikan gambar membuat saya ingin kembali lagi di tempat yang sama.
fotografer landscape siluet keren menunggu moment
Kali ini saya akan menuliskan beberapa hal yang mesti diperhatikan saat atau sebelum melakukan foto long exposure.

1. Pada malam hari | foto bintang-bintang

Salah satu kegemaran para landscaper adalah mengambil foto di malam hari. Dimana menunjukkan lokasi suatu tempat di malam hari, dengan objek utama yaitu bintang di langit.

Ada 3 pilihan foto long exposure yang bisa dibuat di malam hari yaitu memotret milky way, star trail, atau light trail

Milky Way

Milky way singkatnya adalah foto gugusan bintang yang berbentuk seperti aliran sungai di atas langit. Mengambil gambar milkyway tidak bisa dianggap mudah, butuh persiapan yang matang terlebih dahulu.
Di Indonesia milky way akan sulit kelihatan saat kamu berada di daerah perkotaan, cobalah berkunjung ke daerah pedesaan yang mana cahaya lampu masih sangat minim.
waktu yang tepat foto landscape pada malam hari
Contoh foto milky way, memotret gugusan bintang
Cara paling gampang untuk melihat rasi bintang/milky way adalah menginstall aplikasi pembaca rasi bintang ke smartphone kamu.
Untuk memotret foto milky way, kamera diletakkan di tripod lalu merekam bintang gugusan bintang yang muncul di langit dengan waktu yang tidak lebih dari 30 detik atau lebih singkat.
Mengapa 30 detik saja?
Sebab bintang itu bergerak. Meskipun tidak dapat kita lihat sekilas mata, tetapi kamera akan merekamnya.
Dan pada saat diperbesar, foto akan menujukkan pergerakan bintang itu. Jika mengambilnya terlalu lama, hasilnya menjadi tidak bagus.
Pada umumnya pertama kamera disetting pada bukaan terbesar (angka terkecil, misal f/2.8), kemudian dilanjutkan dengan mengatur kecepatan maksimum misalnya 30 detik saja, dan terakhir ISO yang digunakan akan menyesuaikan dengan speed dan bukaan tadi.
Jangan lupa set mode file gambar ke mode RAW untuk mendapat hasil yang lebihmaksimal.
Pertama, komposisikan dulu foto yang akan kamu ambil. Tentukan angle terbaik.
Kemudian, posisikan kamera di atas tripod yang kokoh agar tidak goyang.
Terakhir tekan shutter, disarankan untuk selalu menggunakan remote shutter release.
Kemampuan kamera dalam memotret malam dapat diuji dengan memainkan ISO nya.
Jika kamera kamu banyak menghasilkan noise maka kamera kamu memiliki kualitas ISO yang kurang baik.

Star Trail

Memotret dengan speed yang lebih dari 30 detik akan menghasilkan foto bintang yang bergerak. Orang barat menyebutnya dengan star trail.
Berbeda dengan milky way tadi, pada foto star trail kamu harus merekam gambar dengan waktu yang lebih dari 5 menit.
Bahkan untuk bisa menunjukkan star trail yang bagus, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam.
foto landscape star trail keren
Contoh foto star trail keren

Bagi kamu yang penasaran bagaimana mengambil foto star trail, berikut pengaturan kameranya.

  1. Lakukan percobaan single shot dulu. Komposisikan foto, set angle terbiak, set di infinity, gunakan F/4, speed 30 detik, sedangkan ISO nya mengikuti. Dimulai dengan ISO 800, kalau masih gelap naikkan lagi ISO nya.
  2. Setelah mendapat satu exposure yang diinginkan, dimana bintang nya kelihatan dan foreground juga aman, maka kamu lanjutkan dengan melakukan set continous shot mode pada kamera.
  3. Tekan shutter release dan pasang pada mode holdnya. Sehingga membuat kamera terus mengambil gambar setelah exposure pertama selesai. Kalau kamu menset kamera pada exposure 30 detik, maka setelah satu exposure dilakukan kamera akan otomatis melakukan exposure selanjutnya.
  4. Hitung waktu awal kamu mengambil gambar jika sudah sampai 15 menit, kamu boleh menghentikan pengambilan gambarnya. Maka kamu akan mendapatkan 30 frame gambar.
  5. Selanjutnya dari gambar itu kamu harus dimasukkan ke photoshop atau software pengolah foto khusus star trail, seperti star stax yang biasa saya gunakan.
  6. Maka setelah kamu mengedit foto itu kalau dirasa masih belum sempurna bentuk lingkaran bintangnya kamu harus melakukan shot ulang dengan mengulangi cara di atas tapi dengan menambah waktu menjadi 1 jam.

Light Trail

foto light trail lampu mobil di jalanan keren long exposure
contoh foto light trail landscape
Ternyata selain bintang-bintang, kamu yang berada di perkotaan juga bisa kreatif dengan memotret light trail.
Memotret light trail bisa kalian lakukan dengan mengambil cahaya kendaraan yang ada di kota.
Tekniknya sama seperti memotret milky way, cukup 30 detik saja guys, selama jalan yang kamu foto itu lancar, tidak padat seperti di Jakarta pukul 8 malam hari.

2. Pada saat hari sedang mendung

Selanjutnya pada saat cuaca mendung, hari-hari yang cerah namun tidak menampakkan matahari yang menyengat, hanya ada gumpalan awan di langit, kadang membuat jiwa para landscaper terpanggil.
foto mesjid long exposure keren warna biru di makassar
contoh foto landscape long exposure saat mendung by @rafi_45
Angin yang meniupkan gumpalan awan itu serasa ingin direkam pergerakannya ke dalam kamera. Pada awal saya melakukan foto long exposure saya sering sekali melakukan percobaan exposure terhadap keadaan langit dan awan yang ada di sana.
Saya meletakkan kamera lalu mengkomposisikan foto dengan prioritas utama merekam pergerakan awan.
foto landscape dermaga saat senja keren
foto dermaga saat mendung
Seiring waktu saya pun menilai bahwa waktu yang pas di saat sebelum senja terbenam adalah ketika mendapatkan cuaca yang mendung dan banyak awan.
Dan ini terjadi pada menjelang akhir tahun dan di awal tahun.
Pada waktu-waktu tersebut musim hujan sudah dekat, angin membawa awan mendung, bergerak lambat dan rasanya ingin merekam saja.
foto long exopsure landscape keren hitam putih
foto long exposure hitam putih by @rafi_45
Untuk settingan kamera yang digunakan saya harus menggunakan filter seperti Filter ND 400, GND 0.6 hard, GND 0.9 Soft.
Ketiga filter ini adalah yang menjadi favorit saya untuk membuat foto long exposure di saat cuaca mendung.
Settingan kamera seperti biasa dengan set F/11, ISO 100, dan Speed mengikuti, bisanya yang menjadi favorit saya antar 2 menit sampai 4 menit exposure. Tidak lupa saya menggunakan tripod yang kokoh biar gambar tidak shake.

3. Sore hari saat senja

Mungkin sebagian orang paling banyak menghabiskan waktunya untuk memotret di waktu sore hari karena ini yang setidaknya paling mudah untuk dilakukan di Indonesia. Kita bisa melihat foto-foto yang bertebaran di Instagram.
foto long exposure di saat senja di makassar keren
foto by @rafi_45
Di Indonesia sendiri kita bisa melihat begitu banyak foto sunrise/sunset yang diambil menggunakan teknik long exposure.
Pengambilan gambar long exposure di sore hari sangat bagus hasilnya jika menggunakan filter tambahan seperti GND dan little stopper.
Little stopper gunanya untuk menurunkan intensitaas cahaya yang masuk ke kamera sedangkan gnd untuk mengurangi cahaya pada bagian langit.
long exposure keren kapan rusak saat senja
foto long exposure menggunakan filter gnd by @rafi_45
Selain GND, bisa juga diganti dengan menggunakan GND reverse, dimana gunanya untuk mengurangi besarnya intensitas cahaya yang masuk terutama dari matahari jika matahari itu berada di horizon (sudah akan terbenam)
foto kayu long exposure keren warna biru halus tanpa noise
foto by @rafi_45
 Untuk settingan kamera sama seperti bagian ke-2 di atas.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat ditemukan 2 waktu pengambilan yaitu saat malam hari dan saat hari cerah.
Yang sering saya lakukan adalah siang hari, saya memaksimalkan filter yang saya punyai, sebab dengan filter itu sangat membantu dalam membuat foto long exposure.
Kalau kamu suka memotret malam kamu tidak butuh filter, cukup membawa kamera, shutter release, dan tripod saja.
Silahkan dipraktekkan. Jika masih kurang lengkap, koment di bawah ya. 🙂

Leave a Comment