5 Langkah Belajar Fotografi Dasar untuk Pemula – Step by step

5 Langkah Belajar Fotografi Dasar untuk Pemula – Step by step

Panduan dasar belajar fotografi untuk menciptakan foto yang keren bagi fotografer pemula

Jagofoto – Anda ingin membuat karya fotografi yang bagus? Mau pintar memotret, mengambil gambar apa saja dan di mana saja keren?

Mungkin Anda merasa dalam membuat karya fotografi masih begitu-begitu saja. Belum ada perkembangan.

Mungkin bukan karena kamera atau alat yang Anda gunakan itu tidak bagus, mungkin saja ada beberapa hal yang Anda kurang pahami dalam fotografi.

Kalau Anda mendapatkan artikel ini, ada beberapa hal yang bisa Anda pelajari dari awal belajar fotografi. Mulai dari pengenalan teknis sampai pada menciptakan foto yang keren.

belajar fotografi bersama teman untuk membuat foto landscape yang keren

Berdasarkan pengalaman saya terdapat beberapa hal yang bisa kita pelajari terlebih dahulu dalam dunia fotografi.

Dalam artikel ini akan membahas tentang
1. Memahami kamera yang digunakan
2. Memahami komposisi foto
3. Menciptakan foto yang bagus

Yuk kita bahas satu per satu…

1. Mengenal kamera

mengenal apa itu kamera dslr

Ada satu pepatah yang harus diingat bahwa

Kamera yang bagus adalah kamera yang Anda miliki saat ini

Kamera hanyalah sebuah “kotak hitam” yang berfungsi merekam gambar. Itulah konsep pertama dalam penciptaan kamera.

Kotak hitam, dimana pada kotak tersebut sebagai ruang exposure, dimana ruang masuknya cahaya lalu ditangkap oleh media perekam (film sekarang sensor).

Mari kita bahas tentang prinsip kerja kamera.

Pertama-tama kita mesti ketahui dahulu komponen dari kamera. Komponen kamera ada 2, yaitu body dan lensa.

# Lensa

Lensa merupakan sebuah benda yang selalu menempel di depan kamera.

Lensa memiliki element penting untuk membuat gambar lebih fokus yang disebut diafragma. Kalau istilah bahasa Indonesia nya yaitu bukaan yang ditandai dengan f/.

lensa kamera

Diafragma bisa diatur besar kecilnya.

Prinsipnya adalah semakin besar bukaan maka cahaya yang masuk ke dalam body kamera akan semakin banyak.

Bukaan besar ditandai dengan angka kecil. Sedangkan bukaan kecil ditandai dengan angka besar. Contohnya lensa dengan bukaan f/1.4 memiliki bukaan yang lebih besar daripada f/11.

Ada berbagai jenis lensa yang bisa dipakai pada kamera Anda.

– Lensa fix

lensa fix 50mm

Lensa fix yaitu lensa yang memiliki panjang yang konstant, tidak bisa berubah. Istilah lainnya lensa yang tidak bisa zoom. Untuk bisa memotret objek yang jauh dengan lensa ini, Anda harus bergerak lebih dekat ke objek.

Macam-macam lensa fix seperti fix wide 17mm, fix normal 50mm, dan fix tele 135mm dan lain-lain.

– Lensa vario

lensa vario - lensa tele - lensa zoom

Lensa vario atau lensa zoom, yaitu lensa yang meiliki panjang focal yang bisa berubah. Sehingga objek yang jauh bisa dipotret dengan jelas.

Macam-macam lensa vario atau lensa zoom seperti lensa kit 18-55, lensa sapu jagad 18-200, lensa ultra wide 10-22, lensa tele zoom 70-200, dan lain-lain.

– Lensa tilt shift

Lensa ini biasa juga disebut sebagai lensa spesial. Karena penggunaannya tidak sama seperti lensa lain. Kalau lensa pada umumnya kita hanya memutar ring fokus dan ring aperture/diafragma.

Pada lensa ts ini kita bisa memutar body lensa tersebut.

Efeknya adalah untuk menghilangkan distorsi pada lensa. Penggunaannya biasa dipakai untuk pekerjaan profesional seperti memotret bangunan/gedung. Supaya bentuk artistektur dari gedung tersebut tidak miring.

B. Body kamera

Body kamera merupakan bagian yang menangkap dan memproses gambar. Inilah yang disebut sebagai kotak hitam tersebut.

body kamera dslr

Komponen yang berfungsi untuk menangkap gambar adalah sensor kamera. Pada sensor tersebut disematkan komponen digital yang bernama iso, iso bekerja sebagai komponen yang bekerja untuk menangkap cahaya.

Iso bisa diatur insentasnya. Seperti iso 100, iso 200, dan seterusnya.

Semakin tinggi iso maka efeknya gambar akan menjadi noise.

Body kamera dibedakan menjadi berbagai macam berdasarkan tipe kamera, besar kecilnya, jenis sensor yang digunakan, dan bentuknya. Beberapa yang tidak asing di telinga di antaranya seperti dslr, mirrorless, medium format, rangefinder, large format, lomo, pinhole, dan lain sebagainya.

– Kamera SLR dan DSLR

Kedua tipe kamera ini merupakan yang paling banyak didapatkan di pasaran. Karena penggunanya yang banyak, juga terlihat lebih profesional ketika menggunakan kamera dslr.

Dslr sendiri merupakan kepanjangan dari digital single lens reflection. Sedangkan slr merupakan versi jadul dari dslr. Yang mana media rekamnya masih menggunakan film negatif/roll film.

Prinsip kerjanya adalah dengan menggunakan cermin pantul berbentuk prisma untuk merefleksikan objek yang ingin difoto. Objek foto tersebut dapat dilihat terlebih dahulu pada view finder (jendela bidik) sebelum difoto.

– Kamera mirrorless
Kamera jenis mirrorless merupakan teknologi baru dalam dunia kamera digital. Dengan memangkas komponen cermin prisma yang memantulkan cahaya.

Sebenarnya konsepnya mencomot dari kamera dslr yang mana lensa dari kamera tersebut bisa diganti-ganti.

– Kamera prosumer
Mungkin pernah lihat tukang listrik yang keliling ke rumah-rumah untuk memfoto meteran listrik. Biasanya mereka menggunakan kamera prosumer.

Kamera prosumer ini lensa dan bodynya menyatu. Tetapi lensanya bisa di zoom. Jadi objek yang jauh bisa kelihatan lebih detail.

– Kamera medium format
Pernah dengar merek kamera phase one, hasselblad, atau mamiya? Jejeran merek tersebut terkenal karena produk kameranya yang berjenis medium format.

Medium format sudah ada sejak dahulu. Di mana ukuran sensornya lebih besar daripada kamera dslr. Sensor medium format biasanya berdimensi 1:1, 5:7, 6:7 dan lain-lain.

Kamera medium format ada yang digital dan film. Untuk kebutuhan komersil seperti foto billboard yang mana dibutuhkan untuk cetakan besar biasanya menggunakan kamera jenis ini. Hasilnya tidak main-main. Tajam. Wajar kalau harganya juga bisa dipake beli 1 mobil avanza.

– Kamera large format
Orang dulu pakainya kamera ini. Kamera yang ukuran sensor atau media rekamnya lebih besar daripada medium format.

Biasanya yang menggunakan kamera ini hanya untuk kebutuhan hobi saja. Ukurannya yang super besar bikin susah untuk dibawa ke mana-mana.

Ansel adam menggunakan kamera large format untuk menciptakan karya fotografinya.

– Kamera rangefinder
Kamera jenis ini merupakan versi mahal dari kamera mirorless.

Untuk membedakan kamera ini dengan kamera mirrorless, intip bagian view findernya. Kalau viewfindernya tidak digital, artinya itu adalah kamera rangefinder.

Mungkin Anda pernah dengar kamera merek leica seperti leica m8, m9, atau m10. Nah itu adalah contoh kamera rangefinder.

– Kamera Lomo
Kamera lomo merupakan jenis kamera yang sangat unik. Kenapa unik? Karena kamera ini punya hasil yang tidak sama dengan hasil kamera pada umumnya.

Pada umumnya kamera lomo memiliki bentuk yang unik. Kamera lomo kebanyakan memiliki format medium format dengan emedia rekam film.

– Kamera pinhole
Pernah bikin kamera sendiri? Saya pernah, bikin saja kamera pinhole. Bahanya dari kertas kardus. Lensanya terbuat dari lempengan kaleng minuman soda yang diberi lubang jarum.

Namanya juga kamera lubang jarum. Media rekamnya adalah rol film.

Hasil kamera ini termasuk yang unik. Saya percaya dengan memahami konsep kamera lubang jarum. Kita bisa lebih paham mengenai apa itu exposure pada kamera.

Kamera lubang jarum adalah konsep awal dari fotografi sebagai media rekam. Komunitasnya terkenal sangat banyak di luar negeri.

# Prinsip kerja kamera (segitiga exposure)

Di dalam kamera ada istilah segitiga exposure. Segitiga exposure merupakan saat dimana bertemunya ketiga komponen utama kamera yakni

– bukaan diafragma yang ditandai dengan (f)
– kecepatan rana yang ditandai dengan (s / second / detik)
– media rekam cahaya yang ditandai dengan (asa / iso)

Ketiga komponen tersebutlah yang bekerja bersamaan untuk menciptakan satu gambar foto,

Istilahnya exposure.

Hasilnya, Anda bisa mendapatkan foto yang gelap, terang, atau normal.

Dengan memahami settingan exposure dengan baik, Anda akan bisa menciptakan foto yang bagus, sesuai keinginan Anda.

prinsip kerja kamera

Cara kerja kamera dalam merekam gambar adalah pertama cahaya masuk melalui lensa yang sudah diatur besar kecil bukaannya (f/) nya. Kemudian cahaya dipantulkan ke cermin prisma sehingga Anda bisa melihatnya di viewfinder. Lalu saat Anda menekan tombol shutter, rana yang berada di dalam body kamera membuka dan cahaya akan masuk mengenai sensor yang sudah diatur besar kecil intensitasnya (iso). Seberapa lama Anda membuka rana, selama itu exposure akan terus berlangsung.

Sampai di sini apakah Anda sudah bisa membedakan kamera yang sedang Anda pakai sekarang? Apakah Anda sudah paham sedikit mengenai konsep kerja sebuah kamera?

Kalau belum silahkan tuliskan tanggapan Anda di bawah.

Yuk lanjut membahas mengenai komposisi foto. Mengapa ini sangat penting untuk diketahui.

2. Belajar komposisi fotografi

Setelah Anda membeli kamera, hal yang tidak pernah ada pada setiap bundle kamera adalah komposisi foto. Kalau saja di semua kamera ada fitur komposisi foto maka mungkin hasil foto setiap orang bisa terlihat bagus.

Hal ini menarik sekali karena kita sebagai pengguna kamera bisa bebas untuk explorasi apa yang ingin kita foto.

Ingat satu hal dalam komposisi foto itu kita harus tahu aturannya dahulu, kalau sudah tahu barulah kita bisa keluar dari aturan. Istilahnya break the rule. Sampai pada akhirnya komposisi pada fotografi itu tidak ada aturannya lagi bagi anda, bebas.

Komposisi foto merupakan cara fotografer dalam mengatur letak objek, yang ingin difoto dari kamera sehingga foto terlihat lebih enak dipandang.

Terdapat berbagai macam komposisi foto, seperti rule of third, leading line, simetris, asimetris, fill the frame, framing, negative space, dan lain sebagainya.

Mari kita bahas beberapa di antaranya yang mudah-mudah dulu.

# Komposisi rule of third

Merupakan komposisi yang harus dipahami oleh setiap fotografer. Caranya dengan menempatkan objek pada sepertiga bagian bingkai Anda.

komposisi rule of third

Komposisi rule of third (rot) banyak diaplikasikan pada hampir semua genre foto, entah itu potrait, fashion, modelling, landscape, street dan lain-lain. Karena ini adalah pengetahuan paling dasar.

# Komposisi leading line

Aturan komposisi leading line adalah kita menarik garis dari salah satu sudut pada frame. Garis tersebut akan menuntun kita untuk menjelajahi bagian foto tersebut.

kompisisi leading line

Leading line banyak diaplikasikan pada foto landscape/pemandangan.

# Komposisi fill the frame

Aturan komposisi ini kita memenuni frame dengan semua objek utama yang difoto.

Pengaplikasiannya banyak dilakukan untuk foto produk, foto makanan, foto macro, dan lain sebagainya.

# Komposisi framing

Pada komposisi framing kita menempatkan objek di dalam bingkai. Bingkai di sini bisa berupa objek apa saja yang bisa didapatkan.

komposisi framing

Untuk membuat foto lebih kreatif biasanya fotografer melakukan framing terhadap objek utama. Misalnya pada foto potrait/foto orang di sebuah bangunan tua, Anda bisa menempatkan orang yang Anda foto pada di bawah salah satu pintu. Sehingga pintu tersebut seperti membingkai si orang tersebut.

Komposisi fotografi lainnya akan dibahas lebih lanjut pada artikel yang berbeda pada website ini.

# Komposisi dead center

Ada kalanya kita harus menempatkan objek tepat di tengah-tengah bingkai foto. Dengan menempatkan objek tepat di tengah, kita akan lebih fokus pada apa yang ingin ditampilkan.

komposisi dead center

Objek yang berada di sekitar subjek utama pada foto kita seharusnya tidak mengganggu subjek, sehingga subjek menjadi lebih stand out.

3. Mengenal genre fotografi

Kalau Anda membaca artikel ini sampai di sini, Anda pasti sudah punya gambaran bakalan membuat foto berjenis apa.

Ada beberapa genre foto yang menjadi titik pertama seorang untuk masuk ke dunia fotografi. Di antara genre tersebut seperti landscape, model/fashion, human, street, macro, wild, sport, underwater, dan lain sebagainya.

# Landscape photography

Merupakan genre photography yang banyak diminati. Orang-orang menyebutnya dengan istilah landscaper. Yakni fotografer yang senang memotret keindahan alam.

Untuk membuat foto landscape Anda harus rajin keluar rumah. Mencari tempat/spot foto yang menarik. Melatih diri dalam mengkomposisikan objek alam.

Menciptakan foto landscape yang bagus bukan sekedar indah itu merupakan hasrat tertinggi bagi fotografer landscape.

Saya juga senang sekali melakukan fotografi landscape. Saya senang melakukan teknik foto yang bernama long exposure.

# Modelling/fashion photography

Sebenarnya ada beberapa yang menyamakan istilah ini. Sebenarnya tidak salah juga karena objek yang difoto adalah orang dengan pakaian yang menarik.

Memotret model sangatlah menyenangkan. Bagi sebagian orang pemula mengikuti event foto model bersama orang yang tidak dikenal, dapat membuat Anda jadi punya banyak teman.

Bukan hanya kenalan teman, kenalan mbak model juga tambah banyak loh. Hehe..

# Street photography

Merupakan salah satu genre fotografi yang diminati hampir semua kalangan. Baik tua maupun muda, kaya dan miskin.

Memotret street menurut saya ada 2 yang biasa dikejar, pertama moment, dan kedua komposisi.

Ada fotografer street yang suka jalan-jalan sambil mencari angle foto untuk menciptakan komposisi yang unik. Ada juga fotografer yang kalau lagi nyetrit sukanya ngejar moment.

Bagi saya street photography bisa menjadi refreshing dikala saya sedang jenuh memotret landscape atau model.

# Human interest photography

Saya senang melihat karya foto human interest. Kalau di indonesia istilahnya human interest atau (hi). Kalau orang luar negeri biasa menyebutnya dengan istilah “human photography” saja.

Pada umumnya untuk membuat foto human interest dengan mengeksplore kehidupan manusia. Anak-anak, dewasa, orang tua semua bisa dijadikan foto hi.

Tantangannya adalah apa yang menjadi ide si fotografer untuk membuat foto hi jadi lebih bagus dilihat. Tidak hanya berbicara komposisi foto lagi, tetapi masuk kepada konsep foto yang akan dibuat.

# Macro photography

Ada juga orang yang suka memotret benda-benda kecil. Benda yang tidak kasat mata. Macro photography hadir untuk memenuhi hasrat orang yang senang melihat detail pada sebuah foto.

Membuat foto macro tidak semudah yang dibayangkan. Terdapat teknik khusus dan dengan menggunakan lensa khusus untuk macro.

Spesifikasi lensanya yakni harus memiliki close fokus yang dekat. Jadi jarak objek dengan lensa bisa menjadi lebih dekat. Sehingga hasil foto pun bisa terlihat sangat besar.

Mungkin Anda pernah melihat foto mata belalang. Itu merupakan hasil karya fotografi macro.

Belum lagi ketika hunting, memburu obyek macro membuat orang harus memikirkan matang-matang apa yang akan difotonya.

# Wild photography

Bagi Anda yang senang melihat hewan buas. Atau senang mendatangi tempat-tempat yang banyak hewan liarnya. Mungkin Anda cocok untuk mengikuti genre foto ini.

Bawa kamera terbaikmu, dan juga lensa tele. Di sini lensa wide tidak disarankan untuk digunakan.

Resikonya adalah memburu foto hewan liar atau malah kita yang diburu olehnya. Jangan sampai deh..

# Sport photography

Bagi Anda penyuka pertandingan olah raga, bisa mempertimbangkan untuk mempelajari sport photography.

Anda bisa mempraktekkan banyak tenik fotografi yang unik untuk menciptakan foto bergenre sport ini. Seperti contohnya teknik slow speed untuk mengambil motion dari orang yang sedang bertarung pencak silat di panggung.

Tetapi menurut saya untuk bisa lebih ekspert pada sport fotografi, Anda sebaiknya menjadi jurnalis foto saja.

# Stage photography

Salah satu yang menantang untuk dibuatkan foto adalah para pemain pentas di panggung. Stage photography berusaha untuk mencari moment terbaik pada sebuah pertunjukan.

Meskipun Anda bukan seorang jurnalis, Anda bisa mencoba menciptakan foto stage yang keren.

Hal yang perlu diingat adalah jangan sekali-kali menggunakan flash body kamera. Atau flash apapun saat memotret stage.

Kenapa?

Anda bisa mengganggu orang yang sedang tampil di atas panggung.

Pencahayaan di atas panggung itu sudah diatur sebaik mungkin. Tinggal Anda mencari angle yang bagus supaya bisa mendapatkan foto terbaik dari moment terbaik.

Nah itulah beberapa preview genre fotografi yang bisa dijadikan referensi membuat karya fotografi.

Sampai di sini apakah muncul pertanyaan di benak Anda? Tuliskan saja kolom komentar di bawah.

4. Menciptakan karya fotografi

Tibalah saatnya kita membahas apa yang akan kita bikin. Pembahasan di sini sedikit serius.

Coba bayangkan, terkadang ketika memegang kamera, tanpa sadar kita melihat objek yang menarik lantas kita memotretnya.

Namun apakah hasilnya sudah bagus? Mungkin saja bagus, atau mungkin saja belum sesuai harapan.

Nah, saat itu kadang kita pikir mengapa hasilnya tidak bagus. Sehingga jawaban yang muncul bisa saja karena lensa yang dipakai kurang bagus, atau kamera yang belum canggih.

Kalau jawaban tersebut yang muncul, tidak ada salahnya, tetapi bagi Anda yang sangat pemula, jawaban tersebut sebaiknya ditiadakan dari kamus Anda.

Menganggap kamera harus bagus dahulu sebelum menciptakan sebuah karya fotografi adalah sebuah kekeliruan.

Hal yang perlu dicatat adalah bagaimana fotografer bisa menciptakan karya yang baik, pelajari exposure, dan komposisi foto.

Berhubung di atas kita sudah punya gambaran mengenai exposure dan komposisi, Anda harus tanya kepada diri sendiri.

Apa yang ingin Anda bikin?
Apa yang ada di imajinasi Anda?
Konsep foto apa yang akan Anda angkat?
Bagaimana cara eksekusinya?
Sampai bagaimana finishing nya, bagaimana foto tersebut dipresentasikan?

Mari kita bahas satu per satu.

# Imajinasi

Ketika kita melihat sebuah objek yang ada di sekitar kita. Secara tidak sadar kita menangkap visual dari objek tersebut.

Lalu kita tanpa sadar otak kanan yang merupakan bagian yang merancang proses kreativitas bekerja. Sehingga kita bisa memiliki sebuah imajinasi, berupa konsep sebuah foto.

Mendapatkan imajinasi bisa dari mana saja. Saat jalan-jalan, saat membaca buku, menonton film, dengar musik, dan lain-lain.

Tahukah Anda proses ini adalah proses awal dari penciptaan karya yang original.

# Konsep foto

Setelah Anda punya sebuah imajinasi, selanjutnya Anda perlu melakukan persiapan berupa konsep foto. Konsep di sini bukan hanya apa yang ada di pikiran si fotografer. Tetapi lebih luas sampai cara eksekusi gambarnya nanti.

Konsep foto bisa muncul begitu saja, karena ini adalah proses imajinasi dan kreativitas.

Contohnya, mungkin Anda pernah mendengar istilah konsep foto model hijab. Konsep tersebut bisa saja diangkat oleh si fotografer untuk membuat foto model hijab. Untuk menunjang konsep fotonya beberapa properti dipelukan.

konsep foto hijab

Properti dalam pembuatan konsep foto model hijab bisa dimulai dari

Model hijab apa yang akan dipakai?
Siapa model yang dipakai?
Bagaimana make up yang akan digunakan?
Bagaimana lighting foto model yang akan dipakai?
Dimana lokasi pemotretannya?
Siapa yang akan membantu fotografer dalam memotret?
Apa yang ingin ditonjolkan dari konsep foto tersebut?
Dan lain-lain sebagainya..

Sepertinya terdengar ribet.. Tetapi Anda jangan ambil pusing semua ini.

Karena proses kreatifitas itu menyenangkan.

Sedikit bocoran bahwa mungkin Anda bisa pikirkan betapa murahnya bayaran fotografer untuk membuatkan kita sebuah konsep foto sehingga hasilnya akan jadi bagus. Ya khan..

# Proses eksekusi foto

Setelah semua konsep foto disiapkan, saatnya mengambil foto. Fotografer seharusnya sudah bisa membayangkan akan bagaimana hasil fotonya.

Jika melanjutkan konsep foto di atas, fotografer mungkin bisa melihat bagaimana pose model tersebut, bagaimana pencahayaannya, dan beberapa hal teknis lainnya.

Dalam proses eksekusi ini yang menentukan apa yang akan diwujudkan pada imajinasi kita sebagai fotografer.

Kadang hasilnya tidak sesuai, kadang juga hasilnya lebih bagus dari yang kita bayangkan.

Yang terpenting dalam proses eksekusi foto adalah pengetahuan fotografer terhadap hal teknis fotografi.

# Finishing

Proses selanjutnya yang terakhir adalah bagaimana foto tersebut diedit, dicetak, dipresentasekan, diperlihatkan kepada orang lain.

Foto bisa dilihat dari media cetak dan media digital.

hasil karya fotografi keren

Kalau sekarang media digital sepertinya yang sangat marak. Anda bisa mengupload foto keren Anda di instagram, facebook, atau media online lainnya. Anda juga bisa mengikut sertakan karya foto Anda pada sebuah kompetisi foto, dan masih banyak lagi.

Untuk kebutuhan media cetak foto pun masih sangat diperlukan. Foto-foto keren yang Anda lihat di majalah, koran, baliho, atau media cetak lainnya.

## Mengedit foto

Ada dua alasan orang melakukan editing foto

edit foto

1. Untuk memaksimalkan apa yang menjadi kekurangan dari kamera
2. Mewujudkan apa yang menjadi imajinasi kita

Untuk mengedit foto Anda harus menggunakan software khusus yang telah diinstal di komputer pc/laptop atau di hp android/iphone Anda.

## Software edit foto

Jika Anda menggunakan komputer pc/laptop Anda wajib tahu cara menggunakan photoshop dan lightroom. Kedua software ini adalah software yang sangat powerful untuk mengedit foto.

Fiturnya lengkap, hampir semua file foto dari kamera bisa Anda edit menggunakan software tersebut. File yang saya maksud bukan hanya file jpg, tetapi file raw (mentah) dari kamera.

Jika Anda menggunakan hp android / iphone Anda bisa menggunakan software edit foto seperti snapseed, pics art, dan lain-lain.

Cara editnya tentu berbeda. Tetapi konsepnya sama. Dimana Anda bisa melakukan cropping, selection, sampai masking dan lain sebagainya.

5. Tips penting dalam fotografi

Ambil foto yang bagus / matang dari kamera terlebih dahulu. Lupakan prinsip “nanti edit di komputer”. Karena kalau Anda beranggapan demikian, Anda tidak akan bisa memotret dengan baik.

Maksimalkan alat yang Anda miliki. Jangan terburu-buru mengganti alat. Kuasai terlebih dahulu peralatan kemera Anda sebelum melakukan upgrade.

memaksimalkan alat fotografi yang dimiliki

Teruslah cari referensi foto-foto bagus. Ada banyak sekali media untuk mendapatkan referensi foto keren. Di instagram, google, maupun web fotografi, baik dari luar maupun dalam negeri sendiri.

Join dalam komunitas fotografi. Ini akan meningkatkan pengalaman fotografi Anda. Anda bisa melakukan hunting foto bersama teman-teman di dalam komunitas.

Akhir kata

Demikian artikel ini saya akhiri. Kesimpulan akhir dari artikel ini adalah dalam membuat karya fotografi kita harus ketahui dulu prinsip kerja kamera kita, kenali komponen dan aksesoris kamera Anda.

Kemudian belajar mengenai kompisisi fotografi. Teruslah latihan sampai dapat foto yang bagus, baik dari segi exposure nya sampai pada komposisinya.

Setelah itu jika Anda ingin memaksimalkan hasil foto Anda, Anda bisa belajar editing foto.

Jika semua hal tersebut Anda kuasai, saya harap Anda akan senang dengan hasil foto yang Anda ciptakan sendiri.

Artikel ini hanyalah tulisan berdasarkan pemahaman dan pengalaman pribadi saya. Admin bukanlah orang yang lulus di sekolah fotografi.  Jadi kalau artikel ini anda gunakan sebagai rujukan, pikir-pikir dahulu.

Semoga ini bermanfaat. Silahkan bagikan artikel ini kepada teman-teman anda yang baru belajar fotografi. Dan silahkan tuliskan pendapat Anda mengenai fotografi pada kolom komentar di bawah.

Leave a Comment