belajar fotografi otodidak

Cara Belajar Fotografi Otodidak

Pengalaman saya belajar fotografi otodidak

Jagofoto – Jika anda ingin belajar fotografi secara otodidak, ada beberapa hal yang sebaiknya anda ketahui supaya anda bisa memahami dan bisa menciptakan foto keren dengan kamera yang anda miliki.

Saya juga waktu awal belajar fotografi melakukannya secara otodidak. Saya diperkenalkan fotografi oleh teman saya yang dulu satu-satunya orang yang memiliki kamera dslr di kampus.

Waktu awal menggunakan kamera dslr senang saja melihat hasilnya di layar lcd kamera.

belajar fotografi otodidak

Fotonya bisa tajam, objek yang jauh terlihat dekat dengan menggunakan lensa zoom, menghasilkan foto pemandangan yang indah di tepi pantai dan lain sebagainya.

Dulu tutorial fotografi di youtube tidak banyak. Hanya satu atau dua saja dan itu-itu saja.

Tapi lihat sekarang, banyak sekali tutorial tentang fotografi yang bisa didapatkan di youtube.

Disini saya ingin membagikan beberapa hal yang saya catat sewaktu belajar fotografi secara otodidak.

Semoga bermanfaat..

Kuasai fungsi kamera secara manual

Ini adalah yang sangat penting, memiliki kamera bukan hanya digunakan untuk menjepret secara auto.

Untuk bisa menciptakan foto yang unik, keren dan sesuai konsep, maka kita harus mempelajari bagaimana settingan kamera secara manual.

Mulai dari exposure, metering, white balance, sampai pemilihan lensa yang tepat.

Misalnya, anda ingin membuat foto potrait di sore hari tapi langitnya agak mendung, pasti hasil fotonya akan terlihat flat, atau white balancenya jadi kacau.

Jika sudah begitu anda harus menyiasati dengan menemukan setting white balance yang tepat, dan lain sebagainya.

Intinya jangan gunakan kamera terus terusan dengan mode auto.

Komposisi fotografi itu sangat penting

Di situs ini mungkin pernah anda membaca quote saya yang mengatakan

Komposisi itu tidak ada dalam bundle kamera.

Komposisi itu tentang bagaimana kreatifitas kita sebagai fotografer.

Dulu waktu pertama punya kamera sendiri saya asal jepret saja. Saya tidak terlalu mementingkan komposisi foto, yang penting bagus saja dilihat di view finder, saya jepret saja.

Setelah saya bandingkan dengan hasil foto teman-teman, ternyata foto saya tidak ada apa-apanya.

Ternyata banyak sekali hal yang bisa diexplore jika mempelajari komposisi foto yang baik.

Misalnya, menentukan angle foto yang keren. Mulai dari high angle, eye level, low angle, dan frog eye.

Jika foto diambil dengan berbagai sudut, maka kesan foto yang dihasilkan akan berbeda-beda.

Kuasai penggunaan lensa yang tepat

Saya memilik beberapa jenis lensa, mulai yang focal lenght nya pendek sampai yang panjang, lensa fix dan lensa vario.

Saat hunting, saya biasanya membawa satu atau dua jenis lensa saja.

Saya tidak membawa semua lensa saya di tas, karena akan memberatkan dan kemungkinan bakalan tidak terpakai.

Jadi sebelum berangkat hunting kita sudah harus tahu foto apa yang ingin dibuat.

Sering-sering hunting

Hunting menjadi hal yang dirindukan.

Entah itu sendiri atau hunting bareng teman kampus atau komunitas.

Mendatangi tempat baru, atau memotret teman kampus yang cantik dan ingin sekali jadi model. *entah sekarang masih ada gak yang seperti itu… Hehe

Dengan semakin banyak hunting, membuat kita harus kreatif membuat foto yang keren.

Ikut komunitas

Dulu komunitas foto di tempat saya banyak sekali.

Hampir setiap minggu selalu ada event foto. Mulai dari event foto model, street, atau landscape.

Semuanya have fun di sana.

Sesekali pernah mendapat juara ketika hunting bareng, kebetulan fotonya dinilai bagus oleh juri fotonya.

Manfaat ikut komunitas adalah:

  • Kita bisa kenal banyak orang
  • Bisa sharing ilmu
  • Bisa mengukur seberapa bagus foto kita
  • Mendapat job foto dan dibayar

Tunjukkan fotomu

Setelah memiliki ratusan atau ribuan foto, pilihlah beberapa yang kamu anggap bagus.

Tempatkan foto terbaik kamu di komputer pada folder tersendiri.

Saya biasa membuat folder foto terbaik jika saya memiliki foto yang bagus setelah hunting.

Setelah itu saya juga sangat senang menjukkannya pada khalayak.

Saya pernah mengikuti beberapa pameran foto di kota tempat saya tinggal, dan mendapatkan respon yang positif dari orang yang melihat hasil foto saya.

Jaman sekarang pameran foto bisa dilakukan di mana saja, asal punya akun media sosial.

Jangan simpan foto anda terus di hardisk, coba dishare ke media sosial.

Dan lihat bagaimana tanggapan orang-orang.

Anda mungkin mendapatkan beberapa pujian, komentar atau masukan terhadap fotomu.

Jadikan itu sebagai motivasi untuk terus menciptakan foto yang keren.

Explore terus

belajar fotografi otodidak

Seorang fotografer pasti sangat suka di satu genre foto.

Saya sangat suka foto landscape.

Saya memaksimalkan gear yang saya miliki untuk menciptakan foto landscape yang bagus. Saya mendatangi tempat-tempat yang bagus untuk diexplore.

Begitupun anda yang mungkin senang untuk foto model, foto macro, foto makanan, dan lain-lain, maksimalkan effort anda untuk terus menggali hal yang baru tentang genre yang anda tekuni.

Dengan begitu akan terasa pencapaian anda di satu genre foto tertentu.

Nama anda sebagai fotografer bisa besar jika anda memiliki satu keahlian di genre tertentu.

Bahkan anda bisa mendapat job foto jika ada klien yang menyukai karya anda.

Intinya jangan mudah puas dengan apa yang sudah dicapai saat ini. Fotografi itu luas, explore terus.

Akhir kata

Jika semua hal di atas anda lakukan, saya yakin anda akan menguasai fotografi secara otodidak dengan efektif.

Saatnya take action, ambil kamera anda sekarang dan keluarlah hunting!


Leave a Comment